Apakah Pulang Umroh Tidak Boleh Keluar Rumah

Apakah Pulang Umroh Tidak Boleh Keluar Rumah?

5/5 - (1 vote)

Mungkin Anda pernah mendengar salah satu tradisi yang ada di masyarakat mengenai hal yang dilakukan setelah umroh dan haji, yaitu larangan keluar rumah selama 40 hari. Jika Anda ragu, apakah pulang umroh tidak boleh keluar rumah? Kali ini, kami akan mengupas informasi selengkapnya untuk Anda.

Padahal, setelah pulang dari tanah suci, kita tetap melaksanakan tugas dan kewajiban kita sehari-hari. Beberapa di antaranya mengharuskan kita untuk pergi keluar rumah. Karena itu, Anda perlu mengetahui asal muasal serta informasi yang benar dan lengkap mengenai tradisi larangan keluar rumah setelah pulang umroh dan haji.

Apakah Pulang Umroh Tidak Boleh Keluar Rumah? Apa Dalilnya?

Tradisi atau kepercayaan akan larangan keluar rumah selama 40 hari bagi orang yang baru pulang usai menunaikan ibadah umroh dan haji masih dipegang oleh sebagian besar masyarakat kita.

Meski begitu, tidak semua orang memahami tujuan adanya larangan tersebut. Ada yang mengatakan, jika orang-orang yang baru pulang dari umroh atau haji kemudian keluar rumah sebelum 40 hari, maka akan membuat ibadahnya ke tanah suci menjadi batal. Ada juga yang mengatakan jika malaikat yang berada di sampingnya akan menyingkir.

Namun, apakah hal tersebut benar adanya?

Pulang Umroh Tidak Boleh Keluar Rumah

Untuk mengetahui kebenarannya, kita perlu mengupas literatur fiqih klasik yang menjadi rujukan dari tradisi larangan keluar rumah selama 40 hari sepulang dari ibadah ke tanah suci, sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiyah al-Jamal, juz II, hal. 553 berikut ini.

وَيُنْدَبُ لِلْحَاجِّ الدُّعَاءُ لِغَيْرِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَإِنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَلِغَيْرِهِ سُؤَالُهُ الدُّعَاءَ بِهَا وَفِي الْحَدِيثِ «إذَا لَقِيت الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَك فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ» قَالَ الْعَلَّامَةُ الْمُنَاوِيُّ ظَاهِرُهُ أَنَّ طَلَبَ الِاسْتِغْفَارِ مِنْهُ مُؤَقَّتٌ بِمَا قَبْلَ الدُّخُولِ فَإِنْ دَخَلَ فَاتَ لَكِنْ ذَكَرَ بَعْضُهُمْ أَنَّهُ يَمْتَدُّ أَرْبَعِينَ يَوْمًا مِنْ مَقْدِمِهِ وَفِي الْإِحْيَاءِ عَنْ عُمَرَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَنَّ ذَلِكَ يَمْتَدُّ بَقِيَّةَ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ وَصَفَرٍ وَعِشْرِينَ يَوْمًا مِنْ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ

“Dan disunnahkan bagi seorang haji untuk mendoakan ampunan bagi orang lain, meskipun orang tersebut tidak minta didoakan, dan sebaiknya orang lain meminta didoakan ampunan pada haji. Di dalam hadits disebutkan: “Jika kalian menemui seorang haji, sampaikan salam padanya, berjabatan tanganlah dengannya, dan minta agar dia mendoakanmu, karena dia sedang berada dalam kondisi diampuni dosa-dosanya”. Imam al-Munawi berkata: “Jelasnya, permintaan agar mendoakan ampunan dari seorang haji itu memiliki batasan waktu yakni sebelum dia masuk ke dalam rumah. Jika dia sudah masuk rumah, maka tidak ada anjuran lagi”. Namun sebagian ulama lain menyebutkan bahwa batasan waktunya hingga 40 hari sejak kedatangannya. Sementara dalam Kitab Ihya, menukil dari pernyataan Sahabat Umar RA, batasan waktunya memanjang hingga sisa bulan dzulhijjah, muharram, safar, dan hari kedua puluh di bulan Rabiul Awal”.

Berdasarkan literatur di atas, dapat disimpulkan bahwa kesunahan bagi orang yang telah menunaikan ibadah haji atau umroh adalah mendoakan orang lain dan sebaliknya, orang lain meminta doa kepada mereka dengan durasi yang batasannya menurut suatu pendapat adalah hingga ia masuk rumah.

Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa batasannya adalah hingga 40 hari dan pendapat terakhir menyebutkan hingga tanggal 20 Rabiul Awal. Dari sinilah, pemahaman masyarakat akan larangan keluar rumah sepulang umroh dan haji berasal.

Maksud sebenarnya dari pemahaman tersebut adalah ada baiknya seorang jamaah umroh dan haji yang baru pulang tidak keluar rumah terlebih dahulu hingga 40 hari karena sangat mungkin akan kedatangan banyak tamu yang juga meminta doa kepadanya.

Namun perlu diingat, substansi kesunnahannya bukan pada larangan keluar rumah, tetapi pada kesunnahan untuk mendoakan dan meminta doa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada larangan bagi jamaah umroh dan haji yang baru pulang untuk keluar rumah.

Ibadah Umroh Lebih Terarah dengan Travel Umroh Surabaya

Jika Anda hendak merencanakan perjalanan ibadah ke tanah suci, Anda bisa menggunakan jasa Travel Umroh Surabaya yang profesional dan terpercaya. Kami memiliki pengalaman sejak tahun 1989 sebagai travel agent umroh dan haji dengan kualitas terbaik.

Salah satu keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan jasa travel kami adalah Anda akan mendapat bimbingan langsung dari Ustadzah Oki Setiana Dewi. Dengan bimbingannya, kami berharap akan tercapainya ibadah umroh dan haji yang mabrur.

Apakah pulang umroh tidak boleh keluar rumah? Selain informasi mengenai tradisi tersebut, kami juga akan memberikan informasi lengkap mengenai serba-serbi umroh dan haji yang tidak boleh Anda lewatkan.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai paket travel dari kami dengan mengunjungi laman penawaran kami di sini.